Kacapi Indung (Mother Zither)

Last Updated on Sunday, 07 April 2013 11:33 Written by Juli Kartawinata Tuesday, 17 April 2012 12:08

Kacapi indung merupakan salah satu jenis alat musik tradisional Sunda yang terbuat dari kayu dan menggunakan kawat dengan jumlah 18 utas. Secara fisik, bentuk kacapi indung berbeda dengan kacapi siter. Kacapi indung memiliki ukuran yang lebih besar, dan pada kedua ujungnya terdapat hiasan berupa gelung. Pada bagian depan kacapi indung terdapat 18 buah bulatan panjang yang menonjol ke depan yang dinamakan pureut.

Ada beberapa istilah yang digunakan oleh masyarakat Sunda untuk menyebut kacapi indung. Pertama, disebut sebagai “kacapi indung” karena kacapi tersebut dianalogikan sebagai seorang wanita (dalam bahasa Sunda indung dapat berarti ibu), dan karena fungsinya sebagai induk (menginduk=ngindung) dari semua waditra. Kedua, karena bentuk kacapi indung menyerupai parahu (perahu), maka banyak orang menyebutnya sebagai “kacapi parahu”. Ketiga, karena dikedua ujungnya terdapat hiasan yang menyerupai gelung wayang, maka banyak orang menyebutnya sebagai “kacapi gelung”. Keempat, banyak orang yang menyebutnya sebagai “kacapi pantun”, karena pada awalnya kacapi ini digunakan untuk mengiringi pantun yang disajikan oleh ki juru pantun dalam seni pantun Sunda.

Kacapi indung biasanya berwarna hitam, menurut Hermawan (Wawancara dengan Uking Sukri tahun 1989) bahwa warna hitam ini melambangkan keteguhan sikap orang Sunda. Ada juga kacapi indung yang berwarna putih, kacapi tersebut dibuat oleh Dalem Pancaniti dan diberi nama ”Nyi Pohaci Guling Putih”. Dari penamaannya sudah melambangkan bahwa terhadap kacapi tersebut ada aspek penghormatan, pengagungan dan pemujaan terhadap Dewi Padi (Zanten, 1989:95). Namun sekarang, banyak kacapi indung yang berwarna merah kopi atau warna coklat, hal ini bergantung kepada selera pemain atau pemesannya.

 

Page 1 of 9

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>